Generasi Muda dan Generasi Tua

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Monotype Corsiva”; panose-1:3 1 1 1 1 2 1 1 1 1; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Generas Muda dan Generasi Tua

Siklus kehidupan terus bergerak menapaki bergulirnya waktu. Setiap langkah menyisakan jejak yang tak akan bisa terhapus. Berada dalam kebekuannya dalam rongga kenangan. Bila kita menengok ke belakang, kita akan menemukan sebuah jurang yang membentang memisahkan masa lalu dengan masa kini. Masa lalu tidak mati di satu titik. Namun, masa lalu akan selalu bergerak menuju ke-‘kini’-an dan selanjutnya, ke-‘kini’-an akan memasuki masa depan. Terus-menerus melaju seiring dengan perputaran musim yang melintasi bumi.

Dengan adanya bentang jurang itu, apa yang dialami generasi orang tua kita tentu berbeda dengan generasi muda sekarang. Perbedaan itu dipengaruhi oleh pergeseran nilai-nilai (value) yang eksis di dalam masyarakat. Nilai selalu bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Dan pergeseran itu bukanlah tanpa sebab. Faktor eksternal dan internal dalam suatu masyarakat turut memengaruhi kedinamisan nilai.

Sebut saja contoh yang paling menonjol dalam perbedaan antara generasi orang tua kita dengan generasi muda sekarang adalah begitu deras dan terbukanya arus informasi yang memenuhi tiap ruang keseharian kita sekarang ini. Bila dibandingkan dengan generasi orang tua kita, tentu saja berbeda jauh. Dan hal ini tentunya mempengaruhi pola pikir kedua generasi tersebut. Sekarang ini, batas-batas wilayah pun mulai luluh. Ruang geografi suatu negara memang tidak berubah. Tetapi, secara sosial dan kultural, dunia telah bercampur baur dalam suatu keterbukaan tanpa batas. Inilah yang sering digaungkan dengan istilah ‘era globalisasi’

Tsunami informasi yang semakin menggelombang ini pun turut didukung dengan kemajuan teknologi. Kita sudah tidak perlu lagi repot-repot mencari berita atau artikel yang lampau dengan mengobrak-abrik tumpukan Koran yang telah menguning dimakan waktu. Cukup dengan menggunakan search engine google, semuanya bisa diatasi. Berbagai media cetak dan elektronik pun semakin berlomba-lomba menyuguhkan informasi yang  fresh from the oven.

Hadirin sekalian,

Peralihan waktu menyebabkan adanya perbedaan generasi, yang terkadang menimbulkan ketimpangan. Perbedaan?? Begitu banyak perbedaan diantara generasi orang tua dengan generasi muda (generasi para remaja saat ini). Seperti, perbedaan dalam selera, fasion, pemikiran, bertutur kata, gaya hidup, bahkan sampai hal kecil. Dulu, generasi orang tua kita belum mencapai tingkat era globalisasi yang menguapkan kemodernan sehingga pola pikir mereka cenderung masih menganut nilai tradisional yang sudah melekat turun-temurun. Meskipun tidak tertutup kemungkinan adanya generasi orang tua yang tidak ketinggalan mengikuti perkembangan modernisasi. Hal inilah yang mungkin membuat banyak remaja melabelkan dirinya ‘open minded’ karena keterbukaan dan kemudahan mereka menerima segala perubahan yang terjadi dibandingkan dengan generasi orang tua mereka dulu yang cenderung lebih ‘tradisional’.

Siapa yang salah? Sebenarnya dalam hal ini, kedua belah pihak tidak melakukan kesalahan karena pada hakekatnya, kedua generasi ini berbeda. Berbeda zaman, berbeda pula cara bepikirnya karena dalam setiap pergerakan zaman, ada nilai-nilai baru yang muncul dan ada nilai-nilai lama yang secara tidak sadar hilang akibat adanya nilai-nilai yang baru.

Orang tua yang tidak cepat beradaptasi dengan zaman, bisa dibilang “kolot” karena cara berpikirnya yang konservatif. Tetapi remaja yang menerima mentah-mentah perkembangan zaman pun juga berefek tidak baik bagi diri dan orang tuanya. Remaja cenderung merasa bahwa dirinya yang paling benar dan orangtua pun dianggap tidak mengerti karena sudah tertinggal oleh zaman. Begitu juga orang tua. Orang tua biasanya merasa bahwa mereka lebih banyak makan asam garam dalam kehidupan, sehingga mereka merasa yang paling benar. Ternyata, antara anak dan orangtua yang tidak mampu beradaptasi, memiliki kesamaan bahwa mereka sama-sama merasa paling benar. Akan tetapi perbedaan yang paling menonjol dari semua hal tersebut adalah gaya hidup dan pemikiran.

Pertama adalah gaya hidup, secara sederhana gaya hidup adalah pola tingkah laku atau pola berinteraksi seseorang dengan orang lain. Di setiap generasi, gaya hidup manusia pastilah berubah yang disebabkan berbagai macam faktor seperti, faktor ekonomi negara, teknologi, maupun sosial bermasyarakat. Sama halnya dengan generasi orang tua dan generasi muda saat ini. Dahulu generasi orang tua belajar hidup lebih “Sederhana” dan “Tidak konsumtif” terhadap barang. Hal tersebut disebabkan ekonomi yang masih dalam pemulihan setelah penjajahan hingga stabil, teknologi yang belum berkembang, atau pun sosialisasi masyarakat yang berbeda dengan masa kini. Sedangkan generasi muda yang lebih bersifat “Mahal” dan “Konsumtif”. Teknologi yang berkembang luar biasa pesat saat ini merupakan faktor utama pemicu gaya hidup generasi muda.

Kedua adalah pemikiran. Bila kita belajar dari masa lalu sejarah negara Indonesia, dimana golongan tua dan golongan muda berselisih menentukan waktu proklamasi kemerdekaan. Golongan tua lebih bersifat berhati-hati, bersabar, melihat situasi terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Berbeda dengan golongan muda yang penuh gairah dan semangat berapi-api, ingin segera memproklamasikan kemerdekaan. Perbedaan pemikiran tersebut tidak jauh berbeda dengan generasi orang tua dan generasi muda saat ini. Generasi orang tua yang penuh pengalaman hidup berfikir lebih berhati-hati serta penuh perhitungan sedangkan generasi muda yang dengan semangat dan rasa ingin tau untuk mencoba segala hal hingga terkadang tidak mempedulikan resiko ke depan.

Rekan-rekan yang berbahagia,

Perbedaan bukanlah suatu alasan untuk memulai perselisihan. Dengan perbedaan setiap generasi bisa saling belajar gaya hidup masing-masing dan saling mengingatkan bila ada gaya hidup yang lebih merugikan.Dengan perbedaan pun golongan tua dan golongan muda tetap memiliki tujuan yang sama yaitu kemerdekaan negara yang kini sudah berpuluh-puluh tahun kita rasakan. Generasi muda pun tak bisa menghilangkan peran orang tua dalam kehidupan mereka. Perbedaan itu adalah nikmat yang di berikan oleh Tuhan dan tersebut tentunya ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari orang tua kita dulu yaitu sopan santun dan tata krama kita terhadap orang yang lebih tua. Karena tanpa itu semua orang-orang pasti akan kurang menghargai pendapat dari kita. Jadi, mulai sekarang sepertinya kita tidak usah takut dan ragu lagi untuk ikut serta mengapresiasikan bakat dan kreativitas yang ada di dalam diri kita. So everybody, go and make it happen!

Kehidupan modernisasi sekarang ini mengharuskan kita sebagai generasi muda bersikap respek dan menyadari impact yang ditimbulkan. Tentu saja, modernisasi tidak hanya sekedar hidup berbasis remote control. Perlu dicatat, modernisasi menuntut para remaja untuk mempunyai kompetensi dan berdaya saing tinggi. Sebab bila tidak,

kita bisa tenggelam dengan mudah dalam gencarnya globalisasi karena tidak bisa berkompetensi dengan dunia asing. Dan dalam hal ini peran serta generasi sebelumnya sangatlah penting dan menjadi pengingat ketika kita terlelap dalam kemegahan Perbedaan yang terjadi dari berbagai aspek, seyogyanya dapat diselesaikan dengan komunikasi dua arah yang baik dan keinginan untuk beradaptasi dan mau mendengar satu sama lain.

Demikian pidato singkat yang dapat saya kemukakan dihadapan Anda semua, mudah-mudahan bisa menjadi sumber informasi dan membawa manfaat buat kita semua untuk menelusuri teka-teki kehidupan dimasa mendatang. Saya akhiri dengan ucapan………………………………………………………………………………………

Wasalamu Alaikum Wr. Wb (von Deutsch_On3, dubas 08)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s